The Ocean Cleanup: Harapan Baru untuk Laut yang Bersih



Laut adalah rumah bagi berbagai macam makhluk hidup, mulai dari ikan, mamalia laut, hingga tumbuhan laut. Namun, laut juga menjadi tempat pembuangan sampah, terutama sampah plastik. Sampah plastik ini dapat mencemari lingkungan laut dan membahayakan kehidupan makhluk hidup di dalamnya.

The Ocean Cleanup adalah sebuah organisasi non-profit yang berfokus pada pembersihan laut dari sampah plastik. Organisasi ini didirikan oleh Boyan Slat, seorang pemuda Belanda berusia 21 tahun. Slat terinspirasi untuk mendirikan organisasi ini setelah melihat banyaknya sampah plastik yang mengapung di laut saat ia melakukan perjalanan dengan kapal pesiar.

The Ocean Cleanup mengembangkan berbagai macam teknologi untuk membersihkan laut dari sampah plastik. Salah satu teknologinya adalah sistem pembersihan sampah yang menyerupai jaring raksasa. Sistem ini ditempatkan di lautan dan bergerak mengikuti arus laut untuk menangkap sampah plastik.

The Ocean Cleanup telah membuat kemajuan yang signifikan dalam upayanya untuk membersihkan laut dari sampah plastik. Pada tahun 2022, sistem pembersihan sampah The Ocean Cleanup berhasil mengumpulkan lebih dari 100 ton sampah plastik dari Great Pacific Garbage Patch, sebuah area di Samudra Pasifik yang dipenuhi dengan sampah plastik.

Upaya The Ocean Cleanup untuk membersihkan laut dari sampah plastik mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah, perusahaan, dan masyarakat umum. Hal ini menunjukkan bahwa ada harapan untuk menyelamatkan laut dari pencemaran sampah plastik.

Baru baru ini band Coldplay yang menggelar konser di Jakarta, telah menyumbangkan 1 buah perahu Interceptor Pembersih Sampah kepada Indonesia yang ditujukan untuk beroperasi di sungai Cisadane.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama